Freeport, Menguntungkan atau Merugikan? - Bagi rakyat Indonesia (rakyat Papua khususnya) mungkin sudah tidak asing lagi dengan sebuah perusahaan yang bernama Freeport. Perusahaan tambang raksasa asal negeri Obama itu memang sudah lama berada di Indonesia. Sepengetahuan saya Freeport mulai ada sejak tumbangnya rezim Soekarno dan mulai beroperasi begitu Soeharto resmi berkuasa. Bagi rakyat Papua sendiri, nama Freeport masih sering terasa sensitif dan agak mengganjal di hati. Terbukti dengan seringnya protes atau demo menuntut hengkangnya Freeport dari Bumi Ibu Pertiwi.
Dan beberapa hari terakhir banyak media di Indonesia yang memberitakan tentang kericuhan-kericuhan atas penuntutan terhadap Freeport Indonesia. Sebenarnya Freeport Indonesia sudah sering berusaha mengambil hati rakyat Papua dengan meluncurkan beasiswa pendidikan sampai dengan pembangunan infraksustur bagi masyarakat. Namun rakyat Papua menilai hal tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang Freeport keruk dari tanah Papua.
Bayangkan saja, Freeport Indonesia adalah satu-satunya perusahaan tambang emas terbesar di dunia yang memiliki penghasilan terbesar dalam kelasnya. Hampir 724,7 juta ton Emas dikeruk dari bumi Papua tercinta. Bandingkan dengan harga emas pasaran saat ini, tentu saja sangat fantastis. Jadi wajar saja bila rakyat Papua menuntut banyak. Toh, itu juga tanah leluhur dan hak mereka.
Belum lagi dengan buruknya kebijakan pemerintah yang seolah terlihat ragu untuk mengutak-atik keberadaan Freeport, membuat rakyat Papua semakin sengsara dan merasa terjajah di negeri sendiri. Kepemilikan saham milik pemerintah mungkin hanya berkisar 9 persen, sedangkan Freeport hampir 90-an persen. Pemerintah sebenarnya bisa merubah ini semua, namun belum ada keseriusan untuk memperbarui kontrak yang memihak masyarakat, khususnya di Papua.
Bumi Papua yang terkenal melimpah ruah dengan hasil bumi, hanya disedot dan dikeruk maruk oleh pihak asing dan tidak terasa manfaatnya oleh sang pribumi. Memang sih, penyerapan tenaga kerja asli Papua gencar dilakukan, namun gaji yang diterima tidak sepadan atas apa yang mereka kerjakan. Menurut data yang saya lihat di salah satu media televisi, pekerja Freeport Indonesia adalah satu-satunya yang berupah paling murah di dunia , jika dibandingkan dengan perusahaan tambang lainnya.
Upah gaji pekerja tambang di Freeport Indonesia hanya berkisar 30 USD, jauh dibandingkan dengan upah yang diterima pekerja-pekerja tambang yang ada di amerika Utara, yang berkisar 90 USD. Sangat berlawanan dan tidak seimbang dengan hasil yang dikeruk oleh pihak Freeport. Padahal pekerja-pekerja tambang Freeport Indonesia terkenal tangkas dan penuh dedikasi dalam melakukan pekerjaannya.
Lalu yang jadi pertanyaan, masih menguntungkan kah Keberadaan Freeport di Indonesia? atau malah merugikan. Tanpa perlu saya tulis pun, anda sudah bisa mendapatkan jawabannya. Yang sekarang kita tunggu ialah, sampai kapan Pemerintah Indonesia menutup telinga dan berpura-pura tidak tahu atas apa yang terjadi?. Rakyat Papua menangis di rumahnya sendiri, sedangkan beberapa pihak tertawa dan bersenang-senang dengan keuntungan menjijkan yang mereka keruk.
Sudah saatnya kita bangun dari tidur dan mulai menyingsikan tangan penuh simpati kepada saudara-saudara Papua kita dan menuntut keseriusan pemerintah dalam mengayomi rakyatnya. Inikah yang diharapkan para pendiri bangsa untuk Indonesia?. Indonesia, bangsa yang merdeka namun masih dijajah secara terselubung, baik oleh pihak asing maupun oleh pemerintahnya sendiri. Tabahlah Saudaraku!, keadilan pasti akan datang di bumi Mutiara Hitam. akan datang saatnya dimana saudara-saudara Papua kita tersenyum bahagia menikmati hasil bumi tanah nenek moyangnya. Freeport, Menguntungkan atau Merugikan? , nenek-nenek juga tahu jawabannya.
Baca Juga :
- Indonesia Dicaplok (lagi!)
- Kalau Saja Kita sudah Merdeka
- Papua Ohh Papua
- Indonesia, Negeri yang Tak Mau Rugi
Ditulis oleh Rausan Fikri
Gambar diambil dari Kaskus
www.rausanf.com
Dapatkan update artikel terbaru Rausanf.com langsung ke email anda. 100% GRATIS!!







6 Komentar Untuk "Freport, Menguntungkan atau Merugikan?"
"Oh...Freeport amat sangat menguntungkan sekali. Dengan adanya Freeport kita bisa beli rumah mewah, bikin usaha yang laris manis di lokasi pertambangan yang harganya pake dollar. Itu belum termasuk ada urusan yang bisa kita kong-kalikong..." Kata para pejabat yang tidak mau memperhatikan rakyat kesejahteraan Rakyat Papua ...
@Iskaruji dot com: terlalu banyak keserakahan yang memimpin negeri ini :'(
seba sulit ya ..
waktu itu indonesia tidak tau cara mengelola emas itu. Sungguh terlalu merugikan rakyat indonesia :(
Usir freeport sebelum emas di Papua habis!
Salam.
apa siih yang disumbangkan freeport buat indonesia..?? hanya pencemaran lingkungan dan kesenjangan sosial. apakah sebagian besar rakyat papua sejahtera dengan hadirnya freeport disana, tidak..!!. menurut kalkulasi para ahli ekonomi kritis, seandainya freeport di kelola secara adil, maka ia bisa menutupi 2/3 APBN INDONESIA. tapi apa yang kita lihat disana, hanya perampokan sumber daya alam papua, yang sebagian besar rakyatnya berada dalam garis kemiskinan, pemerintahan SBY tidak punya keberanian untuk menegosiasi ulang kontrak freeport di papua. tipe pemimpin dengan lipstik pencitraan dan minim prestasi. tak akan bisa membawa kemajuan bangsa..
salam.
Poskan Komentar
Hallo Silakan tinggalkan pesan Anda, baik bertutur sopan sikap. Klik Subscribe by email untuk mendapat jawaban pesan anda