Kisah Si Bundul dan Si Dobel

Kisah Si Bundul dan Si Dobel - Alkisah di planet Cengceremen terdapat suatu negeri yang bernama Tekotek. Di negeri Tekotek, sangatlah sedikit orang-orang pintar atau cerdas, negeri tersebut sangatlah miskin dan sangat terasing. Di negeri Tekotek terdapat dua pemuda yaitu si Bundul dan si Dobel. Si Bundul memiliki otak yang encer, tetapi sangat gengsian dan selalu menjunjung harga diri. Sedangkan si Dobel kebalikannya, berotak pas-pasan, cerewet dan malah muka tembok. Tetapi mereka berdua memiliki dua kesamaan yaitu sama-sama bermimpi memajukan negeri Tekotek.

Suatu ketika negeri Tekotek mendapatkan masalah yang sangat pelik dan sukar diselesaikan tanpa ilmu pengetahuan. Mendengar persoalan itu dua pemuda tersebut tergerak hatinya untuk memecahkan masalah tersebut. Mereka pun berencana belajar di negeri utara, negeri Pepetoet namanya. Negeri Pepetoet adalah  pusat ilmu pengetahuan di planet Cengceremen. Bundul dan Dobel berharap setelah pulang dari negeri Pepetoet, mereka dapat menyelamatkan negeri Tekotek

Uniknya, walaupun mejadi pusat ilmu pengetahuan, tidak terlalu banyak orang-orang yang ingin belajar disana. Karena Negeri Pepetoet, memiliki metode pelajaran yang sangat menyeramkan. Orang yang ingin belajar harus menjawab pertanyaan-pertanyaan super sulit dan apabila jawaban sang murid salah, mereka haruslah rela dihina dan dicaci maki terlebih dahulu sebelum mendapat jawaban dan penjelasan yang tepat.

Yap, sepintar-pintarnya Bundul, tetap saja dia merasa kagok dan gugup. Dan pertanyaan demi pertanyaan digulirkan oleh Mahaguru Pepetoet kepada Bundul dan Dobel. Awalnya pertanyaannya mudah-mudah dan lama-kelamaan bertambah sulit. Mahaguru Pepetoet pun bertanya ke pada Dobel, "Apa rumus dari Tekompretet dibagi silang pangkat 9 kilo?", Dobel gelagapan dan tidak tahu apa jawabanya, karena dia memang tidak tahu. Sontak saja sang Mahaguru Pepetoet mencaci maki si Dobel dengan makian yang sangat menjatuhkan mental dan psikis, baru kemudian Sang Mahaguru Pepetoet memberitahu jawaban yang benar. Melihat hal tersebut Bundul jadi jiper, keringat dingin pun mengucur dari tubuhnya karena takut menjawab salah. Dan saatnya pun tiba, Mahaguru Pepetoet memberikan pertanyaan yang sama sekali Bendul tidak tahu, "Bila Teori Aristompel disandingkan dengan Hukum Notwen, reaksi apa yang terjadi?", sama halnya yang terjadi dengan Dobel, Bundul tidak tahu jawabannya apa. Langsung saja Mahaguru Pepetoet menyemprotnya dengan makian yang tidak kalah sadisnya dengan makian yang diberikan ke Dobel. Bundul sama sekali tidak tahan dan tidak terima, dia pun langsung pergi meninggalkan Dobel dan Mahaguru Pepetoet. Dia pun pergi meninggalkan negeri Pepetoet dengan perasaan gusar dan gundah. Sedangkan Dobel tetap belajar dengan Mahaguru Pepetoet.

Dobel terus berjuang dan bertahan dengan cacian plus makian dari Mahaguru Pepetoet. Tentu saja dengan otaknya yang pas-pasan, dobel terus saja disemprot oleh Mahaguru Pepetoet, tetapi dibalik segala penderitaan yang diterima Dobel, Dobel mendapat makna baru, bahwa dengan semakin seringnya ia menjawab, entah itu benar atau salah jawabannya, dia semakin tahu titik-titik letak kesalahan yang perlu dia perbaiki. Dan sudah tentu Dobel bertambah pintar dan akhirnya pergi dari negeri Pepetoet dengan predikat Profesor!!. Permasalahan negeri Tekotek pun akhirnya berhasil Dobel atasi dan dibawah pengawasan Profesor Dobel, negeri Tekotek menjadi negeri termaju di planet Cengceremen bahkan menjadi pusat ilmu pengetahuan mengalahkan negeri Pepetoet.

Eiits.. lantas kemana perginya si Bundul?. Bendul yah begitu-begitu saja, baik ilmu dan kepribadiannya, mentok!. Tetapi mau apalagi, dia terlalu gengsi untuk berguru kembali dengan Mahaguru Pepetoet, apalagi dengan profesor Dobel.

Kesimpulan yang bisa kita petik dari Kisah Si Bundul dan Si Dobel:
  • Pintar saja tidak cukup untuk meraih cita-cita, tetapi dengan tekad + kepintaran akan menjadi perpaduan yang sempurna.
  • Ingat selalu peribahasa "Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian". Tuhan selalu menyukai hambaNya yang berani SURVIVE!.
  • Jangan pernah takut merasa salah atau gagal. Karena itu semua hanya metode dari Tuhan, untuk mengetes seberapa pantas kita dalam meraih cita-cita.
  • Buang semua ego dan gengsi!, ganti itu semua dengan seberapa besar keinginan kita dalam meraih mimpi.

So, bagaimana sobat?, pilih menjadi Si Bundul atau Si Dobel?. Semoga saja Kisah Si Bundul dan Si Dobel dapat memberikan motivasi bagi kita dalam meraih cita-cita dan mimpi.


Ditulis oleh Rausan Fikri
Gambar diambil dari Tanbihun .com
www.rausanf.com
Read More

Sinetron Kacangan Indonesia dan Pembodohan Massal

Sinetron Kacangan Indonesia dan Pembodohan Massal - Beberapa minggu terakhir sebelum Ramadhan saya sempat rajin nongkrong di depan TV dan otak kecil saya terus dicekoki dengan sinetron-sinetron kacangan Indonesia, yang alur ceritanya itu-itu aja. 

Wanita miskin (yang berpenampilan tidak mirip dengan orang miskin umumnya) ditindas oleh si kaya dan tiba-tiba bertemu dengan tokoh utama  pria yang jatuh cinta padanya, dan saat mereka sudah hidup bahagia si wanita miskin tiba-tiba mengalami hilang ingatan atau malah mati, dan akhirnya hidup atau sadar kembali dan mengaku sebagai orang lain. Begitulah alur ceritanya yang ada pada sinetron-sinetron kacangan Indonesia pada umumnya.

Tetapi anehnya rating yang diterima oleh sinetron-sinetron tersebut sangatlah tinggi, buktinya beratus-ratus episode dan jam tayang terus bertambah dan berseliweran memenuhi berbagai stasiun televisi di Indonesia. Anehkah?. Sinetron luar negeri yang populer saja, hanya tayang 1 kali seminggu di Star World channel, seperti Glee atau Castle. Entah mungkin memang begitu aturannya di luar negeri atau memang hanya terjadi pada stasiun TV yang ada di TV kabel rumah saya. Koreksi saya jika salah.

Yang menjadi permasalahan ialah isi cerita yang ada di sinetron-sinetron di Indonesia ini, sangatlah tidak baik atau malahan beberapa adegan tidak patut dicontoh dan jelas-jelas melakukan pembodohan massal kepada pemirsa Indonesia. Saling dendam, bunuh-bunuhan, culik-menculik bahkan umpatan-umpatan kasar. Ditambah lagi yang membuat saya gusar, kebanyakan sinetron-sinetron kacangan Indonesia tersebut tayang pada waktu yang terbilang masih sore, mungkin sekitar pukul 6 atau pukul 7. Dan sudah pasti ada anak-anak dibawah umur yang menontonnya atau menemani ibunya menonton sinetron -sinetron tersebut.

Adik sepupu saya saja sering takut ketika menonton adegan sinetron Cinta Fitri yang ada adegan dimana Mischa (Antagonis yang diperankan oleh Dinda Kanya Dewi) mempertunjukan hasrat mendendamnya terhadap Fitri (Protagonis yang diperankan oleh Shireen Sunkar). Entah kenapa adik sepupu saya tersebut sering gemetar atau malah bersembunyi ketika ada adegannya si Mischa. Saya yang sudah 18 tahun saja bergidik ngeri, apalagi bocah umur 4 tahun. Untung saja sekarang sinetron Cinta Fitri sudah tidak tayang lagi di layar kaca. 


Kalau rumah produksi hanya ingin menarik keuntungan jangan seperti ini dong caranya!. Untung sih untung tetapi bila harus mengorbankan anak-anak dibawah umur dan menggunakan alur cerita yang begitu-begitu saja, mending ke laut saja. Saya yakin, lama kelamaan pemirsa TV indonesia juga akan capek dan sadar bahwa mereka hanya dijadikan sebagai kayu bakar bagi rumah-rumah produksi sinetron-sinetron kacangan. Masa dari begitu banyaknya penulis skenario cerdas di Indonesia tidak ada yang bisa membuat sinetron berkualitas?, saya yakin pasti ada. Saya sama sekali tidak bermaksud menyudutkan pemirsa sinetron-sinetron kacangan tersebut, tetapi saya hanya berusaha keras menghardik 'mereka' yang membuat pemirsa Indonesia menjadi korban pembodohan massal. Salam sinetron kacangan!

Ditulis oleh Rausan Fikri
Gambar diambil dari Cek & Ricek
www.rausanf.com
Read More

Jompo juga Manusia

Jompo juga Manusia - Sobat punya kakek dan nenek?, saya juga punya. Setidak-tidaknya anda mengetahui apa itu jompo, orang tua renta, lansia dan sebutan lain sebagainya. Saya kepikiran untuk memposting tentang jompo gara-gara merasa iba akan keterbatasan kakek dan nenek yang saya miliki.

Jompo ialah manusia yang sudah lanjut usia dan sudah memiliki keterbatasan-keterbatasan fisik yang jarang dimiliki oleh anak muda seperti saya, itu defenisi jompo versi saya., mungkin sobat memiliki pendapat lain yang lebih tepat daripada pendapat awam saya. 

Kadangkala saya merasa manula atau jompo sering terpinggirkan atau malah mereka yang merasa tidak diperhatikan. Tetapi mau bagaimana lagi, itulah siklus kehidupan, muda-tua-mati. Saya juga sering melihat banyak jompo yang masih bekerja dan berpeluh keringat untuk mendapatkan sesuap nasi demi keluarga. Saya bersyukur kakek dan nenek saya sudah tidak lagi merasakan apa rasanya penat karena mencari uang.

Walaupun Komnas Perlindungan Penduduk Lansia sudah diluncurkan sejak 2004, tetapi masih saja kita sering menemui jompo yang bekerja atau malah mendapatkan perlakuan yang tidak layak. Saya masih ingat, ketika saya masih tinggal di Bekasi, saya pernah bertemu dengan kakek yang bekerja sebagai penjual perahu tok-tok. Kebetulan dia sering berjualan didekat tempat tongkrongan saya. Jompo tersebut sering meminta dibelikan rokok dan bercerita tentang perantaunnya dari kampung halaman. Miris rasanya ketika mengingat kejadian tersebut, walaupun kulitnya sudah keriput dan sering mengalami reumatik, dia tetap giat bekerja untuk memberi secuil nasi kepada istri dan satu anak angkatnya.



Saya juga memiliki teman yang memiliki kakek yang tinggal dirumahnya. Teman saya itu menceritakan bahwa kakeknya tersebut sangat pemarah dan sangat kekanak-kanakan. Tentu saja saya merespon biasa ketika ia menceritakan hal tersebut. Tetapi saya berpikir mungkin saja hal tersebut terjadi karena sang kakek kurang mendapat perhatian. Well, saya tentu saja tidak mau suudzon, tetapi semoga saja tidak.

Jompo juga manusia, walaupun mereka sudah tua dan tidak banyak berguna. Tapi setidaknya bahagiakanlah mereka, meskipun cuma sebentar. Toh, apa sih permintaan mereka?, paling-paling mereka cuma minta diperhatikan. Mereka juga seringkali sebal apabila ada anak muda yang menganggap remeh mereka.

Lanrtas apa gunanya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan jompo?. Apa cuma untuk menyenangkan segelintir jompo saja?. Saya harap tidak. Tetapi kenyataannya memang masih banyak kita temui jompo-jompo yang mendapatkan diskriminasi dan ketimpangan yang amat sangat.

Coba saja anda bayangkan, bagaimana rasanya bila kita sudah menjadi jompo,sakit-sakitan, bingung harus apa dan tidak tahu siapa yang bisa mengayomi kita. Sedih kan rasanya?. Karena bagaimanapun, sakitnya fisik tidak sesakit apabila tidak ada yang memperhatikan. Sudah tentu tahu bahwa manusia adalah mahluk sosial, butuh sesama dan sangat tidak suka bila diacuhkan. Itulah yang para jompo alami, mereka hanya ingin diperhatikan. Tidak sulit bukan?. Saatnya seharusnya kita lebih memperhatikan para jompo, karena bagaimana pun jompo juga manusia.
Read More

Lebaran Beda Hari, Bukan Masalah

Lebaran Beda Hari, Bukan Masalah - Halo sobat-sobat saya yang baik hati!. Alhamdulillah, setelah lama berlibur dan menjernihkan pikiran akhirnya kembali juga ke rutinitas biasa. Yap, ngeblog tentunya. Nah di postingan kali ini saya akan membicarakan topik yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan. Tentu saja sobat tahu kan, di berbagai media sedang banyak diberitakan tentang perayaan Hari Raya Lebaran yang berbeda-beda, itu dia yang ingin sedikit saya bicarakan.

Keputusan yang dimaklumatkan Pak Menteri Agama, cukup banyak menimbulkan statement, baik itu yang mencibir ataupun yang meng-iyakan. Ada yang mengeluh opor ayamnya basi karena tidak jadi disantap, ada pula yang setuju karena metode hilal yang dilakukan sudah tepat. Yah, bukan hak saya untuk men-judge mereka dan bukan hak anda pula untuk men-judge mereka yang memilih opsi berbeda. Saya sendiri dan keluarga lebih memilih untuk merayakan Lebaran pada 30 Agustus.



Teman-teman saya pun banyak pula yang menanyakan kapan perayaan Lebaran dilaksanakan. Bingung juga saya menjawabnya, karena buka hak saya untuk memberitahu mereka, kapan hari yang dinanti-nanti tersebut dirayakan. Meskipun pemerintah yang diwakili Kementerian Agama sudah mewanti-wanti kepada masyarakat untuk tidak bingung, tetap saja masih banyak yang bingung.

Terlepas dari segala perbedaan yang ada, tetap saja kita sebagai sesama saudara muslim haruslah saling menghargai dan menghormati sesama. Bukan Kementerian agama atau siapapun yang berhak memutuskan, karena bagaimana pun soal keyakinan biarlah masing-masing pribadi yang memilih, asalkan tidak menganggu atau mengusik umat beragama yang lain. Jadi intinya, meskipun ber-lebaran beda hari, hal tersebut bukanlah masalah. Semoga saja semangat persaudaraan dan saling memaafkan, selalu ada dihati para muslim di Indonesia, bukan hanya untuk Hari Raya Lebaran tetapi setiap hari yang kita jalani.
Read More

Selamat Lebaran!

Selamat Lebaran! - Lebaran, suatu momen di akhir ramdhan, yang sering kita anggap sebagai bukti pencapaian umat muslim setelah melakukan shaum sebulan penuh.

Seringkali kita tak sabar dalam menunggu hari kemenangan tersebut, entah itu tidak sabar untuk saling bermaafan dan bersilahturahmi atau tak sabar menunggu uang angpao dan mengenakan baju baru. Semoga sobat-sobat sekalian memilih pilihan pertama ya, hehe.

(image by SatuFikr wordpress.com)

Seperti yang kita tahu, bukan hanya muslim di Indonesia yang menyambut Lebaran dengan suka cita, tetapi muslim di seluruh dunia pun melakukannya. Walaupun berbeda waktu Lebarannya, tetapi tetapi saja spirit saling memaafkan dan rasa persaudaraan sangat kental terasa di hari Lebaran.

Meskipun lebaran itu sendiri di rayakan di wilayah yang kurang bersahabat sekalipun, tetap saja muslim setempat menyambutnya dengan suka cita. Sebagai contoh, saudara-saudara muslim kita di Palestina tetap merayakan Lebaran dengan optimis dan penuh harapan akan Palestina yang lebih baik. Subhanallah, semoga Allah memberikan rahmat kekuatan kepada mereka.

So, mari rayakan Lebaran dengan penuh suka cita dan bahagia, tanpa harus meninggalkan nilai-nilai Lebaran itu sendiri. Tidak pula lupa kita wajib menyertakan semangat saling memaafkan dan spirit persaudaraan yang lebih baik. Semoga dunia dimana tempat kita pijak ini semakin bnyak diisi oleh orang-orang bijak, agar menciptakan dunia yang lebih baik dan damai. Selamat Lebaran!.
Read More

Pengikut